Review Novel The Pisbak (Vincent Fidelis) - Intip Buku

Sabtu, 03 Agustus 2019

Review Novel The Pisbak (Vincent Fidelis)


"Tentang sekumpulan anak yang dicap berakhlak buruk, tapi... ya nggak ada tapi! Emang buruk pokoknya! Walaupun mereka sebenernya pinter, sebenernya baik, sebenernya banyak akal, sebenernya bener juga, tapi tetep aja pokoknya buruk." 
- Aku yang selalu baik dan benar

"Turut berduka terhadap dunia penulisan karena buku tentang kisah klasik kenakalan remaja ini tidak klasik. Dihiasi kejadian yang tidak disesali.. Ditulis oleh penulis yang hampir lucu."
-Vincent Fidelis, penulis buku ini

"Gue cuma mau pesen buat calon pembaca, stop nyusahin orangtua lu! Jangan berlagak sok keren, hangout di toko buku, terus nge-judge buku dari covernya. Apalagi cover belakangnya."
-Raihan D Julian, warga lokal




Judul: The Pisbak
Penulis: Vincent Fidelis
ISBN: 978-623-216-256-3
Penyunting: Kartika Indah Pratiwi
Penyelaras akhir: Ani Nuraini Syahara
Desainer: Yanyan Wijaya
Ilustrasi cover: Fahmi Fauzi
Penata letak: Dea Elysia Kristianto
Tahun terbit: 2019
Penerbit: Bhuana Sastra (Bhuana Ilmu Populer)
Jumlah halaman: 320
Berat buku: 250 gr
Jenis cover: soft cover





Isi Buku

The Pisbak menceritakan tentang kisah hidup penulisnya (Vincent) semasa sekolah. The Pisbak sendiri merupakan buku pertamanya Vincent. Ga banyak yang bisa saya jelaskan di sini, karena nanti bisa jadi spoiler!




Kesan

Ada alasan yang ngebuat saya tertarik untuk beli novel The Pisbak. Ini karena covernya yang lucu. Latar belakangnya kuning, dan dikelilingi sama gambar orang-orang dengan kostum pisang. Ditambah lagi, beberapa pesan di cover belakang The Pisbak ngebikin saya penasaran tentang keseluruhan isi cerita dalam novel ini.

Saya pikir, ga buruk juga sesekali baca novel yang ceritanya tentang anak-anak nakal. Lumayan lah bisa menambah sudut pandang baru hehee.. Dan bener aja, baca The Pisbak jadi ngebuka dan nambah cara pandang saya tentang bagaimana pola pikir anak-anak bandel bekerja. Terus juga saya jadi tau deh, kalau orang bandel itu sebenarnya lebih berpeluang tinggi untuk bisa sukses di masa depan. Ini karena mereka kreatif dan ga takut ngelawan aturan yang udah dibuat (out of the box).

Gara-gara baca The Pisbak ini, saya yang semasa sekolah selalu dicap anak baik sama semua guru malah kebelet pengen muterbalikin waktu dan berubah jadi anak paling bandel satu sekolahan. Rasanya pengen banget dikenal juga sama semua guru sebagai anak pembuat onar wkwkwk.

Ya tapi tetep aja, walau pengen bandel, seengganya saya ga mau sampai berlebihan kayak Jujur, salah satu temen Vincent yang diceritakan di dalam novel ini. (baca The Pisbak part 2.5)

Oh iya, novel The Pisbak ini ga cuma ngebahas tentang kenakalan remaja aja lho, tapi di sini juga diceritakan tentang bagaimana perjuangan Vincent dalam meraih impiannya. Kisah cinta nya pun juga ada. Sampai tips dan trik dapetin cewe juga ada di sini wkwk. Saya yang cewe, sedikitnya jadi tau apa yang sebenernya ada di pikiran cowo kalau lagi jatuh cinta :3

Dari novel The Pisbak ini saya mendapatkan kesan yang mendalam tentang persahabatan, mengejar impian, dan tentang cinta. Melalui novel ini juga, Vincent mengajarkan saya untuk jadi orang yang ga terlalu serius dalam menjalani kehidupan ini. Sesekali jadi pura-pura bodoh dan hidup dipenuhi candaan, bakal terasa menyenangkan bukan?

Rasa-rasanya, saya menyesal. Kenapa baru sekarang saya membaca The Pisbak ini. Andai kata saya baca novel ini pas masih jadi anak sekolahan, mungkin saya udah ketularan Vincent. Jadi anak bandel 😎




Konflik

Di setiap part novel The Pisbak, semuanya memiliki konflik ceritanya masing-masing. Namun bagi saya, konfliknya tidak se-waw novel-novel fiksi lain, apalagi kalau dibandingin sama novel Harry Potter. Konfliknya cuma seputar masalah anak-anak sekolah aja. Maklum, sebagian besar cerita The Pisbak isinya hanya sebatas hasil rekaman ulang memori Vincent semenjak kecil hingga kelulusan SMA nya.




Pesan cerita dalam novel tersampaikan?

Meski novel The Pisbak ini didominasi oleh cerita kenakalan Vincent dkk saat masa-masa sekolah, dan juga walau ada beberapa bagian yang berselisih paham dengan saya, tapi di setiap bagian ceritanya bisa dilihat ada nilai moral yang bisa dipetik dari situ.

Sebenernya tergantung pemikiran pembacanya juga sih. Pasti ada dari mereka yang ngambil negatifnya, tapi bukan ga mungkin ada juga beberapa dari pembaca yang suka ambil positifnya aja.

Contohnya saya, ezzeh :v



Cocok dibaca sama?

Saya sangat menyarankan kepada sobat yang masih ngenyam pendidikan di jenjang SMA, buat baca The Pisbak. Khususnya bagi sobat yang selama ini nganggep anak-anak yang bandel itu gedenya nanti bakal jadi orang ga berguna. Duh..

Untuk orangtua yang udah punya anak (mau yang baik ataupun nakal) juga direkomendasikan baca novel ini. Kenapa? Ya biar bisa mendukung perkembangan anak. Yuhuu!




Kekurangan

Ada beberapa susunan kata dan kalimat yang agak ga nyambung dalam cerita. Alhasil bagian yang bersangkutan jadi kurang sinkron.

Terus juga ga semua hal yang diceritakan dalam novel The Pisbak ini boleh kita tiru. Jadi agak berbahaya kalau dibaca anak di bawah umur. Selebihnya, aman-aman aja sih.




Stars














Tidak ada komentar:

Posting Komentar