Review Novel Hujan (Tere Liye) - Intip Buku

Rabu, 10 Juli 2019

Review Novel Hujan (Tere Liye)



Tentang Persahabatan…
Tentang Cinta…
Tentang Melupakan…
Tentang Perpisahan…
Dan Tentang Hujan…



Judul: Hujan
Penulis: Tere Liye
Desainer Cover: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020324784
Tebal: 320 halaman




Alur Cerita

Alur yang digunakan penulis dalam novel ini adalah maju mundur (campuran). Mengisahkan tentang kisah cinta gadis bernama Lail yang memiliki kenangan menyakitkan tentang Hujan, sampai-sampai ingin menghapus ingatannya. Sepenuhnya.



Tokoh-tokoh

Bagi saya, setiap tokoh dari novel ini mengajarkan hal-hal kecil, namun sering terlupakan banyak orang. 

Dari Lail si tokoh utama misalnya, saya menjadi tahu cara baru dalam mendukung orang yang kita cintai untuk terus berkembang, maju, dan sukses. Darinya, saya juga belajar bagaimana cara menata hati dengan benar. Menata hati untuk tidak terlalu agresif mengejar cinta.

Kemudian dari Esok, si tokoh utama kedua yang jenius dan terkenal. Saya sering dibuat baper sama cara Esok memperlakukan gadis yang disukainya. Meski waktunya untuk bisa bertemu Lail sangat minim, Esok masih bisa membuat kejutan manis, setidaknya satu kali untuk Lail di setiap tahunnya. Saya benar-benar salut dibuatnya. Andai kata saya ada di posisi Esok, mungkin saya lebih memilih untuk tidur di Kasur empuk daripada menyempatkan diri menemui Lail, ehehe.

Dann ada juga Maryam. Dia ini sahabatnya Lail. Mungkin perannya bisa disebut sebagai peran pembantu, namun Maryam ini adalah karakter yang paling saya suka di novel Hujan ini lho. Semua hal tentang menjadi sahabat yang baik sudah terangkum di dalam diri Maryam. Kebaikan, keteguhan hati, kepercayadirian, serta fakta bahwa kita harus tetap bersemangat dan tak pantang menyerah di setiap harinya bisa kita dapatkan saat mengenalnya. Kelihatan simpel memang, namun tak banyak orang yang memiliki kepribadian seperti Maryam.

Menurut saya, Maryam dan Lail adalah sepasang sahabat terkuat yang ada di antara novel-novel lain yang saya baca, setidaknya sampai saat ini. Dipertemukan di satu bangunan, satu ruang, dan satu ranjang #ups, hari demi hari membuat ikatan di antara mereka semakin menguat. Sikap saling mendukung antara mereka berdua, membuat saya iri. Hhh.. andai saja saya juga punya sahabat solid seperti Maryam.. 😌




Kelebihan

Awalnya saya mengira novel Hujan karya Tere Liye ini hanyalah sekedar novel cinta-cintaan biasa. Tapi ternyata tidak. Begitu banyak hal yang saya dapat setelah selesai membaca Hujan. 

Jalan cerita dalam novel Hujan keren banget. Baca ini bikin jiwa saya serasa ikut hadir sebagai salah satu penduduk Bumi di masa depan. Ditambah lagi ide dalam novel Hujan ini benar-benar pintar. Penulisnya mengangkat isu mengenai keegoisan manusia yang berpengaruh terhadap kepunahan manusia itu sendiri. Mengerikan, tapi benar adanya.

Saya jadi takut, jangan-jangan di masa depan nanti saat-saat kepunahan manusia itu benar-benar terjadi. Mungkin itulah yang namanya kiamat, hehe.. seram ya. Ah.. tapi jika saya masih hidup di saat-saat menuju akhir zaman nanti, saya harap saya memiliki kekasih, ataupun anak seperti Esok. Pengen tau kenapa? Makanya langsung beli dan baca novel Hujan karya Tere Liye ini. ^^




Kekurangan

Sebenernya saya agak kecewa sama ending novel ini sih. Walaupun bisa dibilang happy ending, namun tetep aja masih ada perasaan kurang sreg di hati saya. Padahal saya pecinta happy ending lho. Tapi ya.. semua tergantung selera masing-masing ya. Mungkin kalau udah selesai baca novel ini, sobat bakal mengerti.




Cocok dibaca sama?

Semua usia, semua gender, semua sara :D




Stars


Lima bintang untuk segala imajinasi masa depannya yang terasa nyata dan menakjubkan.























Tidak ada komentar:

Posting Komentar